Iman untuk menikmati
kemustahilan
Apakah iman itu ?
Ibrani 11 : 1 mengatakan bahwa iman adalah dasar dari segala
sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman itu dasar. Kalau
kita tidak punya iman, tidak punya dasar, kita tidak akan dapat membangun
hubungan dengan Tuhan. Kalau kita tidak dapat membangun hubungan dengan Tuhan,
maka kita tidak akan pernah bisa menikmati-janji-janji Tuhan secara maksimal.
Iman seperti senter, ia akan dapat menerangi keadaan yang
paling gelap sekalipun. Masalahnya apakah kita sudah menggunakannya ,
mengaktifkannya atau belum. Kalau iman itu hanya dimiliki tapi tidak
diaktifkan, maka iman itu tidak akan berfungsi.
Dalam Mat 9 : 20 – 21 mengatakan kalau ada seorang wanita
yang memiliki iman bahwa ia akan sembuh kalau ia dapat menjamah jubah Tuhan, ia
mengaktifkan dan mewujudkan imannya dengan cara merangkak, merengsek ke depan tanpa menghiraukan orang lain hanya
untuk dapat menjamah ujung jubahNya.Dia menghidupi imannya, dan imannya menyembuhkannya.
Mat 9 : 22 mengatakan imannya menyelamatkannya.
Iman dapat mewujudkan apa yang kau kehendaki seperti iman
ibu dalam mat 15:28. Dia tidak putus asa dan tetap percaya dengan apa yang dia
yakini, maka tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin banyak kita yang sedang
bergumul dalam berbagai masalah.Mungkin dalam keuangan, kesehatan, keluarga,
gambar diri, dan lain sebagainya, tapi kalau kita mengaktifkan iman kita dan
percaya kalau segala sesuatu mungkin, maka iman akan Tuhan akan memberikan
jalan keluar dalam setiap permasalahan kita.
Iman membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.
Rancangan dan pemikiran kita seringkali gagal, tapi iman kita terhadap Tuhan
TIDAK AKAN PERNAH GAGAL.
Iman seperti sikat gigi.Setiap orang harus memilikinya dan menggunakannya
setiap hari, tapi ia tidak boleh menggunakan milik orang lain.Demikian yang
harus kita lakukan dengan iman kita.Roma 12 : 3 b mengatakan kalau kita harus
menguasai diri menurut kadar keimanan kita, jadi jangan memakai kadar iman
orang lain bagi diri kita. Kalau kita lihat orang lain bisa sembuh dari
penyakit kanker, tumor, anything….karena imannya, kita tidak boleh secara
membabi buta menirunya pada saat kita mengalami sakit yang sama.Kalau kadar
iman kita tidak sama seperti dia, jangan coba-coba.
Namun kita juga harus tahu bahwa untuk mencapai tahap
menikmati hasil dari iman kita, kita butuh proses,yang seringkali hal ini
membuat banyak orang Kristen tidak kuat,padahal kalau kita ingat dalam Yak 1: 2
– 4 yang mengatakan : “ Saudara-saudaraku,anggaplah sebagai suatu
kebahagiaan,apabila kamu jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan , sebab kamu tahu
bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan,dan biarkanlah ketekunan
itu menghasilkan buah yang matang,supaya kamu menjadi sempurna dan utuh,dan tak
kekurangan suatu apapun”
Iman seperti itu akan timbul kalau kita rajin mendengarkan
firman Tuhan ( Rm 10 : 17 ). Hanya
pendengaran akan Firman yang memungkinkan kita mengalami hal-hal yang
spektakuler, bukan pendengaran akan hal yang lain.
Kalau kita memiliki
iman yang luar biasa, maka tidak akan ada masalah yang tak teratasi.All Thing
is possible. |